Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah menargetkan revitalisasi Musem Batik Nasional Kota Pekalongan selesai pertengahan Desember 2012.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Museum Batik Nasional Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Kebudayaan Kota Pekalongan, Tanti Lusiani di Pekalongan, Rabu.
"Revitalisasi Museum Batik Nasional yang telah dimulai sejak Oktober 2012 kini sudah mencapai 75 persen sehingga diperkirakan selesai 15 Desember mendatang," katanya.
Menurut dia, pada revitalisasi ini, Pemkot tidak melakukan perubahan fisik terhadan bangunan Musum Batik Nasional melainkan hanya mengubah displai atau tata letak koleksi dan fungsi ruang.
"Misalnya, ruang yang dulunya digunakan sebagai kantor kini akan akan disiapkan untuk ruang audio visual (multimedia), termasuk `telecenter` juga akan dilengkapi dengan kantin," katanya.
Ia mengatakan bahwa sedangkan pada tiga ruang pamer, pemkot berencana mengganti nama ruangan tersebut, seperti ruang pesisir berubah menjadi ruang satu, ruang nusantara menjadi ruang 2, dan ruang ruang pendalaman berganti ruang tiga.
Setelah revitalisasi museum batik selesai, katanya, pada ruang pamer satu akan dipajang koleksi batik berasal dari Lasem, Pekalongan, dan Cirebon sedangkan ruang pamer dua akan dipajang koleksi batik berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
"Sedangkan ruang pamer tiga, akan kami displai batik berasal dari Yogykarta dan Solo," katanya.
Ia mengatakan bahwa untuk memberikan kenyamanan pada ruang Museum Batik Nasional, pengunjung dilarang membawa barang bawaan ke dalam ruangan.
"Nantinya, kami akan melengkapi dengan loker. Barang bawaan harus disimpan di loker sebagai upaya memberikan kenyamanan pada para pengunjung," katanya.
Wali Kota Pekalongan, Basyor Achmad mengatakan bahwa revitalisasi Museum Batik Nasional sebagai upaya menata ulang sejumlah ruangan di dalam museum itu agar kondisinya lebih baik dan pengunjung tidak merasa bosan.
"Sedangkan penyiapan ruangan audio visual ini untuk menjelaskan pengunjung yang ingin mengetahui perkembangan batik dan sejarah Museum Batik Nasional," katanya.(ant)

0 comments:
Post a Comment