Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label Museum. Show all posts
Showing posts with label Museum. Show all posts

Friday, November 30, 2012

MUSEUM JENDERAL SUDIRMAN YOGYAKARTA TETAP DIGRATISKAN

Pengelola Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman, Yogyakarta mengatakan, akan tetap menggratiskan biaya tiket masuk museum sebagai upaya untuk meningkatkan animo masyarakat mempelajari sejarah Jenderal Sudirman.

"Sampai saat ini belum ada rencana untuk memasang tarif masuk, kami upayakan agar para generasi muda lebih mencintai sejarah serta selalu mengenang jasa beliau (Jederal Sudirman)," kata Perwira Seksi Museum Sasmitaloka Panglima Besar Sudirman, Kapten Heru Santoso di Yogyakarta, Jumat.

Heru mengatakan, pembebasan biaya masuk tersebut ditujukan agar masyarakat tidak terbebani dalam mempelajari sejarah Jenderal Sudirman.

"Digratiskan saja masih belum begitu pesat anaimonya, apalagi disuruh membayar," katanya.

Menurut Heru, generasi muda Indonesia saat ini lebih memilih berkunjung ke tempat-tempat yang mengandung unsur modernitas dari pada berkunjung ke museum.

Hal tersebut, kata dia, terlihat dari animo para remaja yang masih sedikit mengunjungi museum Jenderal Sudirman tersebut.

"Para remaja biasanya berkunjung kalau pas ada rombongan dari sekolahan saja, sedangkan untuk inisiatif sendiri masih minim," katanya.

Museum yang berlokasi di Jalan Bintaran Wetan tersebut, kata dia, baru saja selesai direvitalisasi sehingga sempat ditutup untuk umum selama empat bulan.

"Kami selesai merevitalisasi pada bulan September yang meliputi pembenahan atap museum serta pengecatan bangunan induk museum sehingga Oktober baru dibuka kembali untuk umum," katanya.

Koleksi yang tersimpan di dalam museum di bawah pengelolaan TNI AD tersebut hingga saat ini berjumlah 578 koleksi yang terdiri atas peralatan rumah tangga Jenderal Sudirman, pakaian, tanda-tanda penghargaan, kendaraan dinas serta senjata-senjata yang digunakan ketika perang melawan Belanda.

Dia mengatakan, jumlah pengunjung rata-rata mencapai 500 orang perbulan yang didominasi oleh rombongan-rombongan sekolah atau instansi pendidikan, sementara pada bulan-bulan menjelang libur semester sekolah mampu mencapai 1.500-an pengunjung.

Sementara itu, jumlah pengunjung pada tahun baru 2013, kata dia, diprediksi akan lebih pesat dari Januari tahun kemarin.

"Jumlah pengunjung saat tahun baru dari tahun ke tahun selalu meningkat yang rata-rata mencapai ribuan orang dalam satu bulan (Januari)," katanya.

Pengunjung pada bulan Januari tahun 2011 mencapai 1.721 orang dan bulan 2012 mencapai 3.371 orang.

"Saya optimistis bulan Januari 2013 akan mencapai di atas 3.000 orang melihat jumlah pengunjung yang selalu meningkat pada tahun baru dari tahun ke tahun," katanya.(ant)

Wednesday, November 28, 2012

REVITALISASI MUSEUM BATIK DITARGETKAN DESEMBER 2012

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah menargetkan revitalisasi Musem Batik Nasional Kota Pekalongan selesai pertengahan Desember 2012.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Museum Batik Nasional Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Kebudayaan Kota Pekalongan, Tanti Lusiani di Pekalongan, Rabu.

"Revitalisasi Museum Batik Nasional yang telah dimulai sejak Oktober 2012 kini sudah mencapai 75 persen sehingga diperkirakan selesai 15 Desember mendatang," katanya.

Menurut dia, pada revitalisasi ini, Pemkot tidak melakukan perubahan fisik terhadan bangunan Musum Batik Nasional melainkan hanya mengubah displai atau tata letak koleksi dan fungsi ruang.

"Misalnya, ruang yang dulunya digunakan sebagai kantor kini akan akan disiapkan untuk ruang audio visual (multimedia), termasuk `telecenter` juga akan dilengkapi dengan kantin," katanya.

Ia mengatakan bahwa sedangkan pada tiga ruang pamer, pemkot berencana mengganti nama ruangan tersebut, seperti ruang pesisir berubah menjadi ruang satu, ruang nusantara menjadi ruang 2, dan ruang ruang pendalaman berganti ruang tiga.

Setelah revitalisasi museum batik selesai, katanya, pada ruang pamer satu akan dipajang koleksi batik berasal dari Lasem, Pekalongan, dan Cirebon sedangkan ruang pamer dua akan dipajang koleksi batik berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

"Sedangkan ruang pamer tiga, akan kami displai batik berasal dari Yogykarta dan Solo," katanya.

Ia mengatakan bahwa untuk memberikan kenyamanan pada ruang Museum Batik Nasional, pengunjung dilarang membawa barang bawaan ke dalam ruangan.

"Nantinya, kami akan melengkapi dengan loker. Barang bawaan harus disimpan di loker sebagai upaya memberikan kenyamanan pada para pengunjung," katanya.

Wali Kota Pekalongan, Basyor Achmad mengatakan bahwa revitalisasi Museum Batik Nasional sebagai upaya menata ulang sejumlah ruangan di dalam museum itu agar kondisinya lebih baik dan pengunjung tidak merasa bosan.

"Sedangkan penyiapan ruangan audio visual ini untuk menjelaskan pengunjung yang ingin mengetahui perkembangan batik dan sejarah Museum Batik Nasional," katanya.(ant)