Pengelola Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman, Yogyakarta mengatakan, akan tetap menggratiskan biaya tiket masuk museum sebagai upaya untuk meningkatkan animo masyarakat mempelajari sejarah Jenderal Sudirman.
"Sampai saat ini belum ada rencana untuk memasang tarif masuk, kami upayakan agar para generasi muda lebih mencintai sejarah serta selalu mengenang jasa beliau (Jederal Sudirman)," kata Perwira Seksi Museum Sasmitaloka Panglima Besar Sudirman, Kapten Heru Santoso di Yogyakarta, Jumat.
Heru mengatakan, pembebasan biaya masuk tersebut ditujukan agar masyarakat tidak terbebani dalam mempelajari sejarah Jenderal Sudirman.
"Digratiskan saja masih belum begitu pesat anaimonya, apalagi disuruh membayar," katanya.
Menurut Heru, generasi muda Indonesia saat ini lebih memilih berkunjung ke tempat-tempat yang mengandung unsur modernitas dari pada berkunjung ke museum.
Hal tersebut, kata dia, terlihat dari animo para remaja yang masih sedikit mengunjungi museum Jenderal Sudirman tersebut.
"Para remaja biasanya berkunjung kalau pas ada rombongan dari sekolahan saja, sedangkan untuk inisiatif sendiri masih minim," katanya.
Museum yang berlokasi di Jalan Bintaran Wetan tersebut, kata dia, baru saja selesai direvitalisasi sehingga sempat ditutup untuk umum selama empat bulan.
"Kami selesai merevitalisasi pada bulan September yang meliputi pembenahan atap museum serta pengecatan bangunan induk museum sehingga Oktober baru dibuka kembali untuk umum," katanya.
Koleksi yang tersimpan di dalam museum di bawah pengelolaan TNI AD tersebut hingga saat ini berjumlah 578 koleksi yang terdiri atas peralatan rumah tangga Jenderal Sudirman, pakaian, tanda-tanda penghargaan, kendaraan dinas serta senjata-senjata yang digunakan ketika perang melawan Belanda.
Dia mengatakan, jumlah pengunjung rata-rata mencapai 500 orang perbulan yang didominasi oleh rombongan-rombongan sekolah atau instansi pendidikan, sementara pada bulan-bulan menjelang libur semester sekolah mampu mencapai 1.500-an pengunjung.
Sementara itu, jumlah pengunjung pada tahun baru 2013, kata dia, diprediksi akan lebih pesat dari Januari tahun kemarin.
"Jumlah pengunjung saat tahun baru dari tahun ke tahun selalu meningkat yang rata-rata mencapai ribuan orang dalam satu bulan (Januari)," katanya.
Pengunjung pada bulan Januari tahun 2011 mencapai 1.721 orang dan bulan 2012 mencapai 3.371 orang.
"Saya optimistis bulan Januari 2013 akan mencapai di atas 3.000 orang melihat jumlah pengunjung yang selalu meningkat pada tahun baru dari tahun ke tahun," katanya.(ant)

0 comments:
Post a Comment