Anak-anak yang hidup dengan HIV menghadapi beban ganda masalah kesehatan dan masalah sosial. Stigma dan diskriminasi masih tinggi di antara orang yang hidup dengan HIV (ODHA) dan ini diperparah ketika anak berstatus yatim piatu.
Selain itu, anak-anak yang hidup dengan HIV juga sangat rentan masalah kesehatannya. Sebuah penelitian di Kenya menunjukkan,anak-anak yang hidup dengan HIV mengalami gangguan perkembangan psikomotor serta penyakit yang berkaitan dengan pencernaan.
Dari data, usia 0-14 tahun yang mengidap HIV tercatat sebanyak 114 kasus. Dan yang ditemukan pada kondisi AIDS sebanyak 128 kasus. Data ini menunjukkan bahwa HIV-AIDS tidak hanya diderita oleh kelompok-kelompok dengan resiko tinggi serta orang dewasa, namun juga pada kelompok resiko rendah seperti anak anak. Kemungkinan besar, anak anak ini tertular HIV dari orang tuanya.
Yuni Ambara, pengelola media Komisi Penanggulangan AIDS Bali menyebutkan, gizi merupakan bagian penting dalam mempertahankan kualitas hidup ODHA.
Kebutuhan gizi orang yang hidup dengan HIV akan meningkat seiring dengan perkembangan virus di dalam tubuh. Tubuh memerlukan zat gizi untuk melawan virus HIV agar dapat mempertahankan kehidupan yang lebih panjang.
Dikatakannya, asupan gizi makro pada seorang pengidap HIV akan menurun seiring dengan perkembangan virus HIV di dalam tubuh, hingga mengakibatkan tubuh tidak dapat menyerap protein dan vitamin secara sempurna.
Menyadari hal ini, Yayasan Kerti Praja dengan dukungan beberapa donor, diantaranya AUSAID, Global Fund dan yang lainnya, sejak tahun 2009 telah bekerja untuk memberikan bantuan mitigasi berupa suplemen gizi dan beasiswa. pada anak anak yang mengalami penderitaan akibat mengidap HIV/AIDS
Yuni Ambara mengatakan, perayaan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2012 mengambil tema "Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV", dengan salah satu sub temanya tidak ada stigma dan diskriminasi pada tahun 2015, serta dukungan ketersediaan Anti Retro Virus (ARV) dan pemberdayaan orang dengan HIV sebagai bagian dari upaya penanggulangan HIV.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan dukungan kepada anak anak dan keluarganya serta untuk mengajak masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari stigma dan diskriminasi terhadap keluarga dan anak anak yang menderita akibat mengidap virus HIV.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari pemeriksaan kesehatan, konseling gizi, ceramah motivasi dan diskusi tentang ARV.
Sedangkan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan oleh dokter yang bertugas di Yayasan Kerti Praja dan dibantu oleh beberapa dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Pengukuran status gizi dan konseling gizi akan dilakukan oleh dosen-dosen dari Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dan beberapa alumni penerima beasiswa dari Pemerintah Australia.(ant)

0 comments:
Post a Comment